Masing-masing siswa remaja pasti memiliki kisah cinta monyet nya masing-masing. Para remaja memiliki kebiasaan untuk mengekspresikan dirinya. Mereka tak melawan perasaan yang datang pada mereka secara tiba-tiba.
Aku pun sebenarnya mengalami hal yang sama. Hal tersebut juga datang padaku. Namu, aku hanya menganggap itu hanyalah sebuah permainan dari para remaja yang tak perlu ku tanggapi. Sebenarnya ia telah memberi tanda sejak aku kelas 2 SMP dan sekarang aku kelas 2 SMA. semenjak kami kelas 2 SMP memang kami telah sekelas. Tapi, aku tak begitu menanggapinya karena ia seperti hanya bercanda. Dan ia juga tak pernah mengatakannya padaku. Bahkan nomor handphone masing-masing pun kami tak memiliki. Dan aku juga mengetahui bahwa ia masih berpacaran dengan teman kami sekelas. Walaupun sempat aku mendengar ia mengatakan bahwa ia telah putus, tapi hal itu membuatku merasa aneh.Perasaan aneh ini mungkin aku cmburu atau paah hati. Aku pu tak tahu mengapa.
Setiap kali ia mengangguku dan teman-temanku juga mengganggu, aku hanya tersenyum. Kadang-kadang ia mengganguku dengan duduk di sampingku.Terkadang ia mengatakan bahwa kami pernah berpacaran dan sekarang telah putus. Terkadang ia juga memanggilku dengan kata sayang, dna ketika aku bertanya ia beralasan dan berdalih. Hal itulah yang membuatku menganggapnya hanya bercanda.
Pada saat kami kelas 3 SMP, kami kembali sekelas. Orangyang pernah menyatakan dia menyukai pada saat kelas satu mempertemkanku dengannya. Memang, pada saat aku kelas 1 ada yang mengatakan padaku baha ia menyukaiku. Sebenarnya alasan aku tidak pernah menanggapi mereka karena aku tak ingin memulainya pada masa itu hingga aku menyelesaikan SMA. Orang itu mengatakan bahwa ia ingin pedekate denganku. Aku menghindarinya, seperti yang sudah kukatakan sebelumnya aku tak ingin memulai pacaran.
Hingga, ketika aku lulus dan masuk SMA. Kami kembali sekelas. Pada saat itu, teman sebangkunya bahkan pernah mengatakan padaku dihadapannya bahwa ia menyukaiku. Aku memandang kearahnya, dan mengatakan bahwa ia hanya bercanda sembari tersenyum kearahnya.
Hal yang paling membuatku terkejut sekaligus senang. Teman sekelasku merayakan ulang tahunku dengan mengerjaiku dan yang membuat semua rencanya adalah dia. Saat itu aku berulang tahun yang ke-15. Itu sangat mengagetkan dan membahagiakan buatku. aku tidak mengetaui mengapa aku merasa seperti itu. Beberapa hari setelahnya aku mengatakn terima kasih padanya tentang hari ulang tahunku.
Hingga pada awal bulan Desember ia mengatakan bahwa dia akan pindah keluar kota, karena ayahnya dipindah tugaskan. Aku bahkan sempat tak percaya padanya. Hingga semester kemdian aku tak pernah melihatnya lagi duduk di bangku itu. Sekarang aku benar-benar tak melihatnya. Aku masih punya satu kesempatan untuk bertemu pada acara perpisahannya dirumahnya. Di sana aku juga bertemu beberapa teman lamaku semasa SMP.
Setelah aku naik ke kelas 11. Aku sempat memang berkomunikasi dengannya melalui jejaring sosial. Dan itu pun karena temanku melihatku akunku dan mengiriminya sebuah pesan. Inilah pertama kalinya aku berkomunikasi dengannya selain kami bertemu di sekolah dan acara perpisahan di rumahnya. Namun saat itu pun aku masih terlalu jutek padanya. Setelah aku melihat pembicaraan kami, aku merasa diriku sangat kasar padanya.
Terkadang aku juga berfikir bahwa aku jahat sudah banyak mengatakan tentang hal ini selama 2,5 tahun sejak aku kelas 2 SMP ( 3,5 tahun yang lalu )
Kenapa aku masih terus saja bersembunyi? Sekarang ia tak pernah lagi membalas ataupun membaca pesanku. Atau mungkin ia tak pernah mengingtku lagi. Aku bukan menyesal, tapi aku hanya ingin menunjukkan bahwa aku tak sekasar itu. Bahkan hingga sekarang aku masih bingung apa yang kusembunyikan dan dari apa aku bersembunyi. Dan apa yang akan kukatakan jika aku dapat berbicara dengannya.
PLEASE GUYS....I NEED YOUR ADVICE!!!